Apalah artinya saya saat ini, kesuksesan dan apa yang saya miliki saat ini. Ini semua berkat jasa dan pengorbanan yang telah engkau berikan padaku. Terima kasih telah membimbingku selama ini dan mengajarkanku tanpa kenal lelah (guru).

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh mengamankan sebanyak 10,0750 meter kubik kayu ilegal

Kategori : KPH UPTD WIL IV
Sabtu, 30 September 2017 - Oleh dlhk

Kayu ilegal yang diamankan Tim Balai PKH wilayah Meureubo, Aceh Barat. Foto: Darmansyah Muda

 

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh mengamankan sebanyak 10,0750 meter kubik kayu ilegal beserta satu unit truk pengangkut kayu dengan nomor polisi BL 9078 EB, Jumat (29/9) Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

Usman selaku Kepala KPH Wilayah IV Aceh mengatakan kayu ilegal itu diamankan oleh tim Balai PKH wilayah Meureubo. Awalnya tim mendapat informasi ada truk yang mengangkut kayu dari arah Sungai Mas menuju Meulaboh.

"Dari informasi itu tim turun ke lokasi, di kawasan Padang Sikabu, Kecamatan Kaway XVI untuk melakukan pengintaian," kata Usman.

Informasi tersebut ternyata benar, tim melihat truk yang dicurigai sedang membawa kayu ilegal. Tepat di Desa Marek, tim langsung menghentikan truk dan meminta kepada sopir menunjukan dokumen-dokumen kelengkapan kepemilikan kayu.

"Ketika kami minta lihat dokumen, sopir tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya tim mengamankan kayu beserta truk," ujarnya.

Menurutnya kayu yang diamankan itu terindikasi merupakan kayu hasil penjarahan dari kawasan hutan lindung Hulu Masen, wilayah Sungai Mas. Pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menggandeng pihak kepolisian agar pemilik kayu bisa segera ditangkap.

“Sopirnya tidak kami amankan, tapi akan kami periksa dulu dengan cara berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penindakan hukum terhadap pemilik kayu. Hasil pengembangan sementara, pemilik kayu diduga warga Meulaboh yang disebut-sebut bernama Okel," jelasnya.

Sumber, AJNN.net (Darmansyah Muda).